19 April 2026 #Berita

Hasbi Syamsu Ali Dorong Peran Perusahaan Besar Dukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali,

MAKASSAR — Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, mendorong perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Luwu Raya untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Dorongan tersebut disampaikan dalam momentum Halalbihalal Wija to Luwu (WTL) 2026 yang dirangkaikan dengan Dzikir Akbar dalam rangka peringatan Hari Perjuangan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80, di Gedung Graha Pena Makassar, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Hasbi, selama ini perusahaan-perusahaan besar telah lama beroperasi dan memanfaatkan potensi sumber daya alam di Luwu Raya. Karena itu, sudah saatnya mereka memberikan kontribusi nyata bagi perjuangan pemekaran wilayah tersebut.

“Perusahaan-perusahaan besar yang ada di Luwu Raya sudah seharusnya ikut ambil bagian dalam mendorong pembentukan provinsi. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya masyarakat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan Halalbihalal tahun ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Luwu Raya memiliki kemandirian tinggi.

Kegiatan tersebut sepenuhnya didukung melalui semangat curun-curun atau gotong royong pembiayaan oleh Wija to Luwu, tanpa melibatkan kontribusi dari perusahaan besar seperti PT Vale Indonesia Tbk, Masmindo Dwi Area, maupun Bumi Mineral Sulawesi.

“Curun-curun ini menunjukkan bahwa kita punya kekuatan internal. Tapi untuk mendorong percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya, tentu dibutuhkan dukungan yang lebih luas, termasuk dari dunia usaha,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung lebih dari tujuh jam, sejak pukul 09.00 hingga 16.30 WITA, dan dihadiri sekitar 500 peserta, disebut sebagai bentuk konsolidasi besar masyarakat Luwu Raya.

“Ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menyatukan langkah perjuangan. Semua elemen hadir, mulai dari pemerintah, legislatif, akademisi, hingga tokoh masyarakat,” lanjut Hasbi.

Ketua panitia, Ahmad Huzaen, menyebut antusiasme peserta yang bertahan hingga akhir kegiatan mencerminkan kuatnya ikatan emosional Wija to Luwu.

“Peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dari pagi hingga sore. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang masih sangat kuat,” katanya.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat arah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Dalam kesempatan tersebut turut disosialisasikan Program Serbu Luwu Raya, yakni gerakan donasi publik guna memperkuat pembiayaan perjuangan pemekaran.

Pada rangkaian acara, tim Universitas Andi Djemma Palopo menyerahkan naskah akademik pembentukan Provinsi Luwu Raya kepada Ketua Badan Pekerja Pemekaran (BPP) DOB Luwu Raya, Darwis Ismail.

Rektor Unanda, Anas Boceng, menjelaskan bahwa dokumen setebal hampir 700 halaman tersebut merupakan hasil kajian komprehensif yang melibatkan sekitar 20 akademisi selama empat bulan.

“Dokumen ini menjadi dasar penting dalam mendorong pembentukan Provinsi Luwu Raya, sekaligus membuka berbagai opsi pendekatan sesuai regulasi nasional,” jelasnya.

Diskusi tematik bertajuk “Progres dan Tantangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya” juga menjadi bagian dari rangkaian acara, dipandu Udhi Syahruddin Hamun, dengan menghadirkan narasumber seperti akademisi Hasrullah dan Abdul Rahman Nur.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor kelautan, kehutanan, hingga energi, Luwu Raya dinilai memiliki kapasitas kuat untuk berdiri sebagai provinsi mandiri.

Melalui momentum ini, Hasbi kembali menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk perusahaan besar, agar perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (*)

Informasi Lainnya