MAKASSAR — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) yang bakal digelar 1-3 Mei 2026, dorongan agar organisasi alumni mengambil peran lebih strategis dalam pembangunan daerah kian menguat.
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menilai IKA Unhas memiliki modal sosial besar untuk mendorong percepatan pengembangan kawasan Luwu Raya.
Menurutnya, jumlah alumni Universitas Hasanuddin yang berasal dari Luwu Raya cukup signifikan dan tersebar di berbagai sektor strategis. Kondisi ini dinilai sebagai kekuatan penting yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ini potensi besar. Alumni kita tersebar di banyak sektor dan punya kapasitas untuk ikut mendorong pembangunan daerah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menyoroti Luwu Raya sebagai kawasan dengan sumber daya melimpah, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga sektor perikanan dan agro-maritim yang ditopang garis pantai panjang di Teluk Bone.
Di sisi lain, Hasbi melihat adanya peluang besar melalui kepemimpinan Ketua Umum IKA Unhas saat ini, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sektor-sektor unggulan di kawasan tersebut.
Menurutnya, posisi strategis tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat kontribusi IKA Unhas, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Kita berharap capaian di sektor pertanian nasional bisa berdampak langsung ke daerah, termasuk Luwu Raya yang punya potensi besar sebagai penghasil komoditas unggulan,” katanya.
Namun, Hasbi juga mengingatkan agar pembangunan daerah tidak terjebak pada dominasi sektor ekstraktif, khususnya pertambangan. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi berbasis tambang kerap tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Ada daerah tambang yang tumbuh tinggi, tetapi masih menghadapi kemiskinan dan pengangguran. Ini karena sektor non-tambang belum berkembang optimal,” jelasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara sektor tambang dan non-tambang sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Hasbi berharap IKA Unhas mampu memainkan peran sebagai penghubung antara potensi daerah dan kebijakan nasional, sekaligus menjadi motor penggerak penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
Ia juga berharap momentum Mubes IKA Unhas dapat menghasilkan arah kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi pengembangan wilayah, khususnya Luwu Raya.
“Dengan potensi yang ada dan dukungan sumber daya manusia, kita optimistis Luwu Raya bisa berkembang lebih cepat jika didorong secara terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)










