15 March 2026 #Berita

Buka Puasa KKRB Makassar Jadi Potret Toleransi Lintas Keyakinan Diaspora Luwu Raya

Bukber KKRB Makassar

MAKASSAR — Sekretaris Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).

Kehadiran Asri Tadda bersama jajaran pengurus BPW KKLR menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan silaturahmi warga Rante Balla di perantauan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Sekretaris Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asri Tadda menilai kegiatan buka puasa bersama yang digelar KKRB bukan sekadar agenda rutin Ramadan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi yang kuat di tengah masyarakat Luwu Raya.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana komunitas diaspora Luwu Raya mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Tradisi seperti ini penting untuk terus dijaga karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menunjukkan bahwa nilai persaudaraan dalam masyarakat Luwu Raya sangat kuat, bahkan melampaui perbedaan keyakinan,” ujar Asri Tadda.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut dihadiri sekitar 200 anggota KKRB dan undangan. Menariknya, selain anggota yang menjalankan ibadah puasa, sejumlah anggota KKRB dari kalangan umat Kristiani juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).

Mereka bahkan ikut berpartisipasi dengan membawa aneka kue, buah-buahan, dan makanan untuk dinikmati bersama saat berbuka puasa. Tradisi kebersamaan lintas iman ini telah menjadi bagian dari budaya kekeluargaan KKRB yang terus terjaga dari tahun ke tahun.

Selain Asri Tadda, kegiatan tersebut juga dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Dr dr HM Ishaq Iskandar serta Ketua Dewan Pakar BPW KKLR Sulsel Prof Dr Jasruddin MSi yang juga Ketua Majelis Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).

Ketua Bidang Kerohanian Islam KKRB Makassar, Husba Phada, mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dan partisipasi anggota KKRB.

Ia menyebut dukungan datang dari berbagai pihak, di antaranya Dewan Penasehat KKRB Hj. Hardayan yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan Sandikarsa yang menaungi Politeknik Kesehatan Sandikarsa dan Rumah Sakit Sandikarsa.

Selain itu, Ketua KKRB Ir. Ayu Kanna turut memberikan dukungan dengan menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan serta memberikan semangat kepada panitia. Kontribusi juga datang dari Hj. Ati Yona, pemilik Rumah Kapurung, yang menyajikan kuliner khas Luwu berupa kapurung untuk para peserta.

Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Rante Balla (KKRB) Makassar dan sekitarnya di Lantai 19 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (13/3/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, ceramah Ramadan disampaikan oleh Prof Dr Tasbih Hanafiah SAg MAg yang juga merupakan bagian dari keluarga besar KKRB. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghargai dan memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

Menurutnya, manusia memiliki banyak dimensi persaudaraan, baik karena kesamaan iman, kesamaan asal daerah, maupun karena nilai kemanusiaan.

Setelah berbuka puasa dan menunaikan salat Magrib berjamaah, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan arisan keluarga yang menjadi tradisi kebersamaan di lingkungan KKRB. Suasana kekeluargaan tampak kental sepanjang acara yang berlangsung hingga malam hari. (*)

Informasi Lainnya