6 February 2026 #Berita

KKLR Tegaskan Konsistensi Perjuangkan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah

Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali dalam rapat BPP DOB Luwu Raya

MAKASSAR — Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi dalam memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang dibarengi dengan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai satu kesatuan agenda pemekaran wilayah.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, saat bertemu dengan sejumlah tokoh KKLR dan anggota Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya di HSA Building, Makassar, Kamis (5/2/2026).

Menurut Hasbi, arah perjuangan tersebut telah dirumuskan secara jelas dan menjadi pegangan bersama, sebagaimana tertuang dalam Rekomendasi Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Wija to Luwu pada 20 Januari 2026 serta surat resmi Datu Luwu kepada Presiden RI Prabowo Subianto tertanggal 23 Januari 2026.

“Sejak awal, perjuangan ini berjalan pada satu garis yang konsisten. Rujukannya jelas, yaitu rekomendasi Silatnas II dan surat Datu Luwu kepada Presiden. Tidak ada perubahan arah,” ujar Hasbi.

Ia menegaskan, pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak dapat dipisahkan dari agenda pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah pemekaran baru.

“Konsep wilayah Provinsi Luwu Raya sudah final, terdiri atas Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur, yang diperkuat dengan Kabupaten Luwu Tengah. Ini adalah satu paket perjuangan,” tegasnya.

Hasbi yang juga menjabat Koordinator Wilayah BPP DOB Luwu Raya menyampaikan bahwa saat ini seluruh energi organisasi difokuskan pada penyelesaian dokumen administrasi dan kajian akademik sebagai syarat pengajuan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) ke pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, proses finalisasi dokumen Provinsi Luwu Raya terus dikebut, sementara dokumen pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dinilai telah siap sejak lama.

“Untuk Luwu Tengah, persyaratannya sudah lengkap, bahkan rancangan undang-undangnya sudah tersedia. Sekarang tinggal menunggu proses politik di DPR,” jelas Hasbi.

Sebagai Ketua Forum Komunikasi Daerah (FORKODA) CDOB se-Sulawesi Selatan, Hasbi juga mengapresiasi kuatnya dukungan lintas elemen dalam perjuangan pemekaran wilayah tersebut.

Menurutnya, keterlibatan Kedatuan Luwu, jajaran pemerintah daerah, paguyuban KKLR, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga warga diaspora menjadi modal sosial yang sangat penting.

“Sinergi yang terbangun selama ini menunjukkan bahwa perjuangan ini bukan milik satu kelompok, tetapi aspirasi bersama masyarakat Luwu Raya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hasbi mengajak seluruh Wija to Luwu di berbagai daerah untuk tetap menjaga persatuan, soliditas, dan fokus pada tujuan utama.

Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah konsentrasi perjuangan.

“Konsistensi dan kekompakan adalah kunci. Kita harus tetap fokus sampai tujuan tercapai,” katanya.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri sejumlah tokoh KKLR, di antaranya Wakil Ketua Umum BPP KKLR Dr Abdul Talib Mustafa, Ketua Dewan Pertimbangan BPP KKLR Ir Buhari Kahar M, Dewan Pakar BPP KKLR Prof Jasruddin, Wasekjen BPP KKLR Udhi Hamun, serta Wakil Ketua Bidang OK BPP KKLR Baharuddin Solongi.

Turut hadir Wasekjen Humas dan Media BPP KKLR Isra Lian, Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Wakil Ketua KKLR Sulsel Husba Phada, Penasehat KKLR Sulsel Nasrun Hamzah, Wasekbid Nurliati, serta Biro Humas dan Media KKLR Sulsel Adil Mubarak. (*)

Informasi Lainnya